Gubernur Yulius Geram Ketika Ali Fungsi 350 H di Jadikan Kebun Sawit
Blitztimur.com – SULUT, “Lahan pertanian seluas 350 hektare di Lolak, Bolmong telah hilang akibat alih fungsi Padahal lahan tersebut potensial sebagai tumpuan hidup masyarakat yang bernilai ekonomis.
Hal itu membuat geram Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut Tahun 2025-2029, Selasa (25/03/2025) yang bertempat di Hotel Peninsula manado.
” Fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan sawit di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) padahal uang negara dipakai untuk mengairi sawah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit yang notabenenya kita tidak mendapatkan satu persen PAD (pendapatan asli daerah), itu sudah terjadi kerusakan lingkungan,” ucap Yulius.
“350 hektare lahan pertanian yang sangat subur. Di situ ada irigasi yang sangat bagus, kemudian hilang, ini penjahat mana?,” sambungnya.
Saat diwawancarai awak media, Yulius menjelaskan bahwa pembangunan Kimong mengacu pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di tahun 2014, meskipun 10 tahun tidak ada perubahan, kata Yulius, wilayah tersebut masih diperuntukan sebagai lahan pertanian.
“RTRW kita 2014 itu kan sudah jelas di daerah Kimong itu, itu kan daerah pertanian. 10 tahun tidak ada perubahan RTRW, akhirnya itu masih lahan pertanian, maka ada waduk di sana, ada irigasi di sana. Hari ini kita ketahui bahwa Kimong itu sudah memotong irigasi tersebut,” jelas gubernur.
Yulius menambahkan swasembada pangan yang telah dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto harus dilaksanakan di tiap daerah yang potensial, yaitu memiliki lahan subur untuk digunakan sebagai lahan pertanian.
“Ini harus dievaluasi. Disaat bapak presiden mencanangkan swasembada pangan, swasembada beras, di mana pangan ini kita butuh sekali. Hampir 800 hektare, jadi kita harus kembalikan ke peruntukannya itu adalah sawah untuk padi,” tambahnya.
Diketahui, sistem irigasi lahan pertanian berasal dari Bendungan Lolak yang diresmikan 23 Februari 2024 lalu.
(Sam/JIPS)


